Cerpen Cacad...
Aku tertunduk lesu dan menatap langit malam.comment (0)
Selasa, 28 Februari 2012
'Aku sayang kamu'
Hanya itu yang dapat aku katakan.
Aku hanya dapat meratapi statusnya.
Dia sudah ada yang punya
XXX
'Weh, loe nyerah Cah? Gak maju loe? Loe dah ngejar dia 3 tahun men!'
Diam.
Aku tak bisa menjawab Agus.
'brarti siap siap loe gue selip!'.
'Prek su'.
Aku gak bisa membayangkan gadis seperti Sella bersanding dengan laki laki seperti Agus. Kalau suatu saat bisa terjadi,
Pastilah itu hari di mana dunia berhenti berputar.
'dia tuh high class girl, mamen. Loe salah satu dari 3 cowo yg paling deket ma dia men.'
'yg dua lagi sapa?' aku menjawab dengan dingin. Tapi yang terlihat justru wajah seorang badut yang sedang jaim.
'Pacarnya, loe ama gue'
'iye. Loe banci soalnye! jadi gampang deket ma cewe!'
'heh'
'Men, gue tegasin lagi. Gue nyerah.'
'hahaha.. yes, saingan ane ngurang satu'
'loe buta? dia pacar orang!'
'ini cinta men. All is fer fer aja'
'Aku pingin dia bahagia. That's all. Walaupun tanpa aku'
'Prek. Kecu. Lagak loe tuh Hong.'
Aku pun hanya terdiam di dalam keheningan. Suara dengungan teman teman yang saling bertukar suara tenggelam dalam keheningan yang kuciptakan dalam pikiranku. Berusaha merenung dan menutup mata. Mencoba berlari dari kenyataan.PLAK
'A**!'
Pipi kiriku terasa panas.
'Ngopo kwe nampar aku! B*******!'
'laah, rupamu kwi penuh kepalsuan cah. Sok jaim banget. Wis mencucu, rupamu kwi mana tahan Cuk.'
'Asenk.. Aku ki gek merenung cah.'
'wes to ah. Gak usah kecu dan menutupi kepalsuan dalam diri.'
hening sejenak, Agus membuka mulutnya
'loe masih cinta dia'
XXX
Aku menyusuri lorong lorong mall itu dengan perasaan bercampur.
Saat itu aku sedang berjalan bersama Agus, Sella, dan dua temannya. Kalau aku tidak salah namanya Susan dan Santi. Kalau dua orang gadis ababil ini memiliki kakak pasti namanya Susi.
Aku menduga apakah orang tua gadis kembar itu penggemar badminton. Atau mungkin kreator cerita ini kekurangan nama dalam otaknya (loh??)
Aku juga heran mengapa Sella bisa memiliki teman kakak adik bersaudara cerewet seperti mereka.
Kalau dilihat, Sella seperti sosok dewi yang didampingi dua dayang dayang kembar.
Aku menggelengkan kepalaku berusaha menghapuskan lamunanku.Aku kembali di alam manusia.
Di mall terkenal di kotaku, bersama Sella, Agus, Susan dan Santi.
Alasan aku ada di sini untuk mengucapkan salam perpisahan. Karena mungkin setelah pertemuan ini aku bakal berpisah dengan mereka semua.
Tapi terlebih di balik smua itu, aku diundang oleh Sella untuk ikut. Mungkin karena aku salah satu sahabatnya. Sella tidak membawa pacarnya.Aku dengar hubungan mereka sedang dalam posisi yang tidak baik.
Renggang.
Aku tidak mau mengambil kesempatan di tengah kesempitan begini.
Bagaimanapun dia pacar orang.
Kami berjalan dan berhenti di Food court.
Aku duduk berhadapan dengan Sella, dengan Agus duduk di sampingku. Susan dan Santi duduk di samping kanan Sella.
Pelayan dengan wajah-penuh-kepalsuan datang dan tersenyum pada kami. 'Mau pesan apa kak?'
hahaha.. Setiap pelayan kalau memanggil anak2 muda pasti dengan sebutan 'kak', bapak bapak dengan sebutan 'pak' dan ibu ibu dengan sebutan 'bu'.Atau dalam beberapa kasus lain tante tante chinese lebih sering dipanggil 'cici'.
'Gue pesen Nasi goreng satu sama es teler satu.' Sella memesan pertama.
'kita juga' Santi dan Susan mengekor.'kalo aku sih es teh sama Bakso satu.' Agus memesan kemudian.
Pelayan itu terlihat sibuk menulis di kertasnya.
'Kalo masnya yang pake baju item?'Aku rasa masnya-yang-pake-baju-item itu adalah aku.
'Aku gak pesen apa apa' Aku mengatakan dengan nada datar.
Sella menatap aku dengan bingung.
Agus menepuk pundakku dan berkata keras keras
'Bilang aja ndak ada uang'
Aku diam. Membisu.
Teman teman menatap aku dengan tatapan aneh.
'Eh, Mas. Aku tambah nasi goreng satu sama es teh ya'
Sella memesan lagi.
'oke.. Jadi Nasi goreng empat, es teler tiga, es teh dua, bakso satu.'
'Nggih mas'
'ok, kak. pesanannya nanti diantar ya..'
'nggih mas'
Lalu Susan dan Santi beercakap cakap. Aku mendengar sekilas kata-kata 'murung..' 'sella..' dan lain lain.
Sementara Agus mengetik ketik tidak jelas di hpnya.
Sella membisikkan sesuatu.
'Aku harap km suka nasi goreng sama es teh.'
'Uhm.. Makasih, Sell.. Buat km aja'
'Aku nanti pasti kenyang, Hong. Tadi aku pesen buat km'
'eh..'
Aku diam.
'nanti kuganti'
'eh, km ada apa sih? kok sebulan ini kayaknya kamu diem ma aku?'
'eh..'
'Aku ada salah ma kamu pa? Sori tenan loh'
'hahaha.. gak kok.. Just...'
Kata kataku terhenti..
Tiada kata mampu terucap.
'Eh, Hong. Loe bisa gak nanti kita bicara bentar? Waktu Agus en si kembar lagi gak ada.'
'eh..'
Hanya eh eh yang mampu keluar dari mulutku. Aku bingung.
Banyak kemungkinan berkecamuk dalam pikiranku. Aku gak mau GeeR dan merasa Sella ada rasa denganku. Aku juga ragu kalau Sella mau memukuliku habis habisan karena aku diam padanya.
Mungkin curhat.
Mungkin..
XXX
Dan Sella, Agus dan aku duduk bertigadi kursi di mall itu.
Aku baru tahu Sella juga mengajak manusia satu itu.Tapi kudengar dari Sella Agus mendengar pembicaraan kami sehingga dia memaksa ikut nimbrung.Dasar Badut munafik!
'Jadi gini, kawan kawan. Aku ada masalah nih..'
'masalah apa, Sel?' Agus menyerobot.
'Aku sama pacarku dalam kondisi renggang. Ini semua juga karena Susan dan Santi. Mereka bilang ke aku kalau pacarku itu selama ini selingkuh. Kamu tahu si Lina? Katanya Toni sama dia pernah jalan dan deket di sekolah. Aku bersikeras untuk bertahan tapi Santi sama Susan memaksa. Malah mereka mengancam untuk menjauhi aku.'
'Wah, Susan dan Santi adalah sahabat yang baik, Sel. Mereka tahu apa yang terbaik buat km. Kataknya kamu harus dengar sahabat kamu itu.' Agus nyerocos.
'Putusin aja. Kalau emang dia gak setia dan bikin kamu terluka' Lanjutnya.
'Tapi.. Aku masih cinta.'
'Kadang cinta itu sulit Sell. Lebih baik terluka sekarang daripada nanti.'
Agus menepuk pundak Sella.
Mesra.
'k****.. brani cari kesempatan dia..' Aku bergumam dalam hatiku.
Aku mulai curiga.
Aku mengaktifkan mode skeptis dalam otakku.Menggali lebih dalam motif latar belakang Agus, Santi dan Susan.
Aku merasa ada yang ganjil.Toni adalah salah satu sahabatku, teman basketku.
Aku gak bisa percaya orang seperti dia adalah orang yang brengsek. Dia pernah mengungkapkan padaku kalau dia sangat mencintai Sella.
Dan aku yakin laki laki seperti dia tidak mungkin melepas Sella hanya untuk Lina. mungkin benar kalau Toni jalan bareng Lina. Karena mereka sahabat! sebatas itu!
Aku rasa Santi dan Susan telah jauh menada ada.
Aku lebih curiga lagi dengan wajah Agus yang penuh kepalsuan. Ya, wajah kecu.
Sepertinya dia bermain di balik ini semua.
'Jadi, hong. Gimana pendapat kamu? Aku harus mutusin Toni 'ya?'
Sella memegang tanganku. Tatapannya penuh kesedihan.
'Sel. Aku yakin Toni gak akan selingkuh seperti itu. Itu sungguh mengada ada. Aku justru tidak yakin pada ucapan laki laki di sampingmu serta dua gadis ababil itu!'
'Maksudmu Agus, Susan dan Santi?'
'Ya!'
Agus menatapku di belakang Sella. Dia menatapku dengan tatapa dongo.
Agus maju dan menarikku berdiri. Dia membisikkan sesuat.
'Loe bodo ya! Ini kesempatan! Kalo mereka putus kita isa dapetin dia!'
Dan aku bisa menangkap ini semua. Semua ini bohong.
Aku tidak percaya laki laki gemulai seperti Agus adalah seorang pengecut!
'Gue bakal beritahu ke Sella semuanya.'
Bisikku pada Agus.
'Loe gila ya! mendin g loe diam aja jangan ikut campur!'
'Loe gak tahu perasaan orang ya! Kamu egois!'
'trus kamu munafik Hong! Bilang aja kamu emang suka dia dan kamu pengen dia juga 'kan? Kita sama sama untung!'
'Bagiku caramu untuk dapetin dia itu cara pengecut!'
'Biarin!'
Kami mulai bercek cok kata.Sella menatap kami dengan tatapan heran dan bingung.
Sella kemudian melerai kami. Dan aku pun mendorong Agus sehingga Agus terpental.
Aku memutar badanku menghadap Sella, menatap matanya lekat lekat dan mengatakan dengan sisa kekuatanku:
'Sel, Aku suka kamu. Tapi Aku tetap mendukung kamu dan Toni. jangan percaya mereka. Toni orang baik dan aku bisa pastikan itu semua. Aku bahagia asalkan kamu bahagia, dengan siapapun itu meskipun bkan aku.'
PLAK
Panas.
dia di depanku dan terlihat ingin menangis.
XXX
#Catatan Penulis : Aku lagi gak ada ide buat Perjalanan 8A,, Jadi aku copy-paste cerpennya kakak kelasku .. Kak Christian Hermanto..
Aku suka banget cerpennya.. Sampe aku bisa nangis bacanya,,, :')
AKu copy paste semua nya.,.. Tapi aku juga edit - edit
Soalnya kalo aku cpoy paste semua nya..
Astaga -__- sedikit bokep begitu , jadi aku agak ku edit ceritanya (sorry kakak, yg baca blogku masih banyak yg belum di atas 13 tahun..)
Yah..tungguin aja deh ceritanya